Wednesday, November 15, 2006

Desain : Rumah Cipinang Kebembem

Rumah Cipinang Kebembem, salah satu karya designworks.
Software : ArchiCAD 9

Friday, November 10, 2006

ArchiCAD for Student + Teacher is FREE!!!

ArchiCAD for student is FREE!!!!!!!
Sudahkah anda para mahasiswa/wi dan para dosen memanfaatkan kesempatan ini.?

Sebuah kebijakan yang Dahsyat telah dilakukan oleh Graphisoft , untuk lebih meningkatkan kesempatan bagi putra – putri bangsa ( maksudnya anda! ) untuk mempelajari dan mempergunakan ArchiCAD dengan Gratis...
Untuk anda ketahui, harga profesionalnya di Indonesia
Rp. 30.000.000,- per license, Dan harga untuk education
( university ) Rp. 50.000.000,- per 10 license.

Untuk Mahasiswa dan Dosen, bisa Gratis!

Jadi inilah waktunya untuk meningkatkan daya saing anda! Tingkatkan kompetensi Arsitek kita!

Anda bisa mendapatkan Software ArchiCAD 11 for student melalui :

download di http://www.graphisoft.com/

meng’copy’ master CD nya di :

+ Sekretariat Jurusan Arsitektur/Desain di kampus anda

+ Sekretariat Himpunan Mahasiswa di kampus anda

+ Sekretariat Lab.Komputer di kampus anda

bagi yang belum memiliki master CDnya bisa menghubungi kami melalui e mail rnndp@cbn.net.id.

Kolonialisme di Dunia Pendidikan Arsitektur/Desain Kita

Ada cerita menarik mengenai dunia pendidikan kita, yang rupanya sebagian masih dipengaruhi sisa – sisa masa kolonialisme dulu. Ini fakta lho.

Ketika kami memperkenalkan ArchiCAD ke kampus – kampus, rata – rata mereka ( para siswa dan dosen ) semua terperangah dengan kemampuan teknologi yang disuguhkan oleh ArchiCAD. Dalam setiap presentasi, tepuk tangan dan seruan – seruan yang heboh selalu terdengar meriah menyambut demonstrasi ArchiCAD yang kami lakukan. Hmm..lalu bagaimana kelanjutannya??

Lalu, apa maksudnya kolonialisme di dunia pendidikan.. ceritanya begini: dari beberapa kampus – kampus ‘besar’ yang sudah eksis di Indonesia kami tentunya menemukan adanya software lain yang sudah mereka miliki sebelum kami datang dan memperkenalkan ArchiCAD. Kampus – kampus itu dengan bangga menunjukkan sertifikat resmi yang mereka peroleh setelah membeli produk software tersebut sebagai Authorized Training Center_nya. Buat kami, itu adalah semangat kemajuan yang sesuai dengan aspirasi kami selama ini. Ya, kami tidak masalah berdampingan dengan software apapun dibidang CAD khususnya yang berkaitan dengan Arsitektur. Akan tetapi lucunya, justru komentar - komentar dari mereka itu kepada kami. Misalnya ungkapan seperti ini, “Mas, kami suka sekali sama software anda, tapi kami ini sudah menjadi authorizenya software anu.. jadi kami tidak bisa ambil produknya mas, nanti bentrok dan lisensi kami bisa di cabut!” nah lho, kok bisa begitu ya..( bingung nih…, ini asumsi mereka, apa memang ada pressurenya yaaa? ) coba dengarkan komentar lain yang seperti ini. “Pak kami tidak butuh software bapak, biarpun bagus tapi kami sudah pakai yang lain, kita tidak mau nanti jadi masalah dengan lisensi yang sudah kita punya” lalu ada yang lain seperti ini, “Softwarenya bagus banget pak, saya mau beli, tapi yakinkan saya lisensi yang saya punya tidak akan dicabut.” Ya kami yakinkan, tapi orangnya tetap tidak mau yakin…

Apa bisa dibayangkan, ternyata pola pikir seperti ini masih ada. Sebuah institusi pendidikan yang harusnya netral terhadap sebuah merk telah terjajah oleh sebuah merk ( ..salut?! ) bukankah dunia pendidikan harusnya minimal dapat mengakomodir berbagai perkembangan teknologi yang ada di pasar, bebas dari keterikatan perjanjian jual –beli (merk) yang membodohi. Kami memang bersaing dengan produk software CAD lain, tapi kami bersaing dalam teknologi bukan dalam merk nya saja.

Mereka (kampus – kampus besar itu) punya anggaran kok, sudah kami analisa, siswanya dipungut bayaran yang luar biasa, tapi kok ya terjajah pola pikirnya, takut mengambil yang lebih baik ( ada buktinya ya..lihat laporan rating CAD software dari CADDENCE, atau yang lain..) karena takut lisensinya dicabut??? Lalu yang beli software itu siapa, bukankah pembeli itu raja, dia boleh membeli apa saja. Apa ada larangan setelah membeli sendal jepit merk tertentu kita tidak boleh membeli sepatu???. Apa kalo mereka berani mencabut lisensi produk mereka, mereka berani mengembalikan uang pembeliannya. Lalu, kalau memang sang produsen software mencabut lisensinya dari kampus, apa bukan si produsennya yang malah rugi?! Gimana seeh?... kalau (..oknum kali? ) institusinya belum sadar.. mudah – mudahan mahasiswa/wi nya sudah ya…

Terlepas dari kelucuan tersebut, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar besarnya pada Pelanggan Kami, Para Pimpinan, Para Pengambil Keputusan dan Para Mahasiswa/wi yang memiliki Authorized ArchiCAD Training Center secara mandiri :

  1. Universitas Indonesia, Jakarta – Jurusan Arsitektur
  2. Universitas Atma Jaya, Yogyakarta – Jurusan Arsitektur
  3. Institut Teknologi Nasional, Bandung – Jurusan Arsitektur
  4. Institut Seni Indonesia, Yogyakarta – Jurusan desain
  5. Universitas Trisakti, Jakarta – Jurusan Desain
  6. Universitas Pancasila, Jakarta – Jurusan Arsitektur

Atas kepercayaan dan keberanian mereka ( tidak terjajah ) untuk berpikir maju dan memberikan kontribusi yang terbaik kepada para siswa dan masyarakat luas melaui pendidikan Arsitektur dan Desain di Indonesia. Selamat dan Maju Terus!

Sebuah Pencerahan, ArchiCAD Membantu Teman Kita yang Bertangan Satu

Ada suatu masa, ketika itu semangat untuk menjalankan pemasaran ArchiCAD cenderung melemah, kira – kira sekitar tahun 2000 - 2001. Krisis moneter yang berkepanjangan, banyaknya perusahaan konsultan dan property yang kolaps, bajakan ArchiCAD yang mendapatkan Rating No.1 di toko – toko software ( hebat nggak tuh..! ) membuat perusahaan harus banting tulang dan berpikir ekstra keras untuk tetap survive. Mungkin dengan adanya pusat pelatihan yang kami kembangkan, lumayan dapat menggerakkan cashflow untuk menutupi overhead kami.

Di saat yang penuh dilema itu, dimana kami sedang mempertimbangkan untuk terus memasarkan software ini atau tidak, perusahaan kami didatangi oleh seorang siswa yang datang dari jarak yang cukup jauh dari lokasi pusat pelatihan kami ( lokasi tempat pelatihan kami di Depok dan dia dari Jakarta Timur kalau tidak salah.. ). Ia datang dengan penuh semangat untuk bisa mempelajari ArchiCAD.

Rupanya beberapa teman – temannya di kampus sudah ada yang pernah belajar di tempat kami dan puas dengan apa yang bisa dihasilkan dengan ArchiCAD. Berita dari mulut – ke mulut itulah yang membuat pusat pelatihan kami di datangi para mahasiswa/wi maupun para professional arsitek lainnya, bahkan dari luar kota.

Uniknya, tidak seperti teman – temannya yang lain, siswa kami yang satu ini hanya memiliki satu buah lengan kiri yang normal.

Kami berusaha untuk memberikan pelatihan terbaik yang bisa kami berikan untuk tetap menjaga semangat siswa ini untuk belajar, dan ArchiCAD memang memberikan begitu banyak kemudahan baginya untuk mempelajarinya dengan baik. Terbukti, ArchiCAD ternyata memang memberikan kemudahan baginya untuk menjadi seorang Arsitek yang dapat diperhitungkan, dengan hanya menggunakan mouse saja dan satu tangannya, kecepatan kerja dapat diperoleh, kemampuan eksplorasi desain yang bebas, perintah – perintah yang sangat user friendly, membuatnya dapat menghasilkan karya yang hebat.

Sejak saat itu, di dalam hati kami berpikir penuh haru….. Oh, mungkin inilah suatu pertanda lain, …bahwa melalui ArchiCAD, kami dapat membantu orang lain.. kami dapat membantu siswa – siswa kami untuk berkembang dengan lebih baik walau dalam kondisi fisik seperti kawan kami itu.

Kami kembali dapat memberikan kontribusi bagi dunia Arsitektur dan masyarakat, sehingga kami menjadi yakin,.. kami tetap akan memasyarakatkan ArchiCAD di Indonesia seluas – luasnya, karena kami telah melihat betapa manfaat yang dapat kami berikan bagi orang lain, kami telah memiliki buktinya, dengan ArchiCAD masyarakat arsitektur di Indonesia akan semakin tercerahkan, sebagaimana kami tercerahkan.

….dan untuk anda siswa kami yang menjadi inspirasi bagi kami ( kami tidak tahu dimana anda sekarang? ), ..Kami bangga dengan keberhasilan anda...dan kami ucapkan banyak terimakasih…!

Mengapa Kami Memasarkan dan Memasyaraktan ArchiCAD (..karena kami juga menggunakannya!!!)

Kami memulai perusahaan kami di pertengahan tahun 1996 sebagai perusahaan konsultan Arsitek dan Desain Interior. Pada masa itu penggunaan CAD masih belum begitu semarak seperti saat ini dan masih sangat mewah. Banyak konsultan, seperti juga kami, masih menggunakan system gambar manual yang menggunakan mesin – mesin gambar.

Masa yang indah untuk dikenang, sekaligus masa yang paling tidak efisien dan produktif di bidang jasa konsultan masa itu. Coba kita ingat? gambar yang sudah kita buat dengan rapi, terkadang harus kita kerik seperti masuk angin karena ada kesalahan, dan menggambar ulang dan berulang, karena begitulah caranya…

Akan tetapi jaman berkembang, dan kamipun berkembang bersamanya, mulailah kami menggunakan CAD dalam kegiatan perencanaan kami, tapi pada akhirnya kami tetap tidak puas dengan kinerjanya. Kalau di piker – piker kami hanya menggantikan fungsi meja dengan monitor dan fungsi pena dan mesin gambar dengan mouse, tidak ada sesuatu yang sangat signifikan selain kemampuan editing yang mengurangi perulangan gambar.

Awal perjumpaan kami dengan ArchiCAD adalah suatu pengalaman yang luar biasa. Bagaikan katak dalam tempurung yang tempurungnya pecah dan melompat bebas di udara terbuka, konyol sekali…

Kami menemukan wawasan baru, kami menemukan mainan yang selama ini kami cari. Teknologi yang benar – benar dapat membantu pekerjaan kami sebagai konsultan. Kami bekerja dengan suka cita dibantu software ArchiCAD. Bagaimana tidak, sebuah konseptual denah desain, otomatis adalah juga gambar tampak, gambar potongan, gambar perspektif3D, dan dengan sedikit programming kami mendapatkan data satuan volume anggaran biaya yang akurat. Bayangkan,! betapa singkatnya kami bekerja, betapa cepatnya kami dapat melayani klien – klien. Waktu kerja proyek perencanaan relatif menjadi sangat singkat. Akhirnya.. Sebuah lompatan besar kami ambil, hingga kami ditunjuk sebagai Authorised ArchiCAD Sole Distributor di Indonesia. Sebuah peluang dan keputusan yang hebat terpampang dan menantang kami.

Kenapa kami memasarkannya? Karena kami juga menggunakannya sehari-hari, sampai saat ini.!

Kami ingin memasyarakatkan penggunaan ArchiCAD untuk menumbuhkan daya saing putra bangsa di kancah arsitektur /desain di dunia. Mengapa tidak? Boleh..kan kami juga berperan..

Saat ini dibawah naungan RN+N Group and Companies, archiCAD distributorship di tangani oleh PT. Reksa Nuansa Nirmana sebagai pemegang lisensinya, sedangkan konsultan kami yaitu designworks dipercayakan kepada PT. Rancang Nuansa Nirmana. Kami telah meniti tangga karir kami dan semakin sukses dari waktu – ke waktu. ArchiCAD telah menjadi tulang punggung system kami dalam beraktifitas dan berkarya, dan terbukti mempercepat kami untuk lebih dewasa dan sukses.

Kalau kami bisa, anda juga pasti bisa kan…!?

Thursday, November 09, 2006

Presentasi Karya Desain dengan ArchiCAD

Blog ini terbuka bagi para pencinta ArchiCAD untuk menunjukkan karya - karya desainnya bagi masyarakat dunia. Partisipasi, komentar dan keterlibatan anda akan menunjukkan kemampuan desain anak bangsa.... ( kirim karya anda ke rnndp@cbn.net.id )